Pentingnya pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum berdasarkan SN Dikti dinyatakan bahwasanya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) merupakan acuan atau landasan utamanya. Dengan demikian Kurikulum Pendidikan Tinggi yang telah dikembangkan berdasarkan SN-Dikti sesungguhnya harus menggunakan pendekatan berbasis capaian pembelajaran (Outcome Based Education, OBE). Hal ini sangat mendukung Kurikulum Program Studi pada saat ikut serta dalam akreditasi nasional maupun internasional yang berlandaskan pendekatan OBE.

Untuk mengetahui apakah CPL program studi telah tercapai pada setiap mata kuliah (MK), perlu dilakukan proses penilaian yang sistematis dan terintegrasi. Setiap mata kuliah harus memiliki Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub-CPMK) yang diturunkan dari CPL, dan setiap sub-CPMK diukur melalui berbagai metode penilaian seperti tugas, kuis, ujian, proyek, atau presentasi. Hasil penilaian tersebut kemudian dianalisis untuk melihat sejauh mana mahasiswa telah menguasai kompetensi yang ditetapkan. Selain itu, dilakukan pemetaan antara Sub-CPMK dengan CPL melalui matriks keterkaitan, sehingga dapat ditelusuri kontribusi masing-masing mata kuliah terhadap pencapaian CPL. Evaluasi pencapaian CPL juga dapat diperkuat melalui pelacakan data hasil belajar secara kumulatif, umpan balik dari pengguna lulusan, serta tracer study terhadap alumni, untuk memastikan bahwa kompetensi lulusan benar-benar telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh program studi.

Ketercapaian CPL sangat berpengaruh terhadap Rencana Pembelajaran Semester (RPS). RPS merupakan dokumen operasional yang menjabarkan bagaimana suatu mata kuliah berkontribusi terhadap pencapaian CPL program studi. Oleh karena itu, perlu adanya keseragaman dalam penyusunan RPS agar setiap mata kuliah secara konsisten mendukung pencapaian CPL yang telah ditetapkan.

Leave a Comment