UNISDA Lamongan Jalani Audit ISO Stage 2, Auditor Soroti Penguatan Sistem Penjaminan Mutu

Rektor dan segenap civitas akademik unisda menghadiri rapat penutupan audit ISO stage 2

LAMONGAN — Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan (UNISDA Lamongan) menjalani Audit ISO Stage 2 sebagai bagian dari proses sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 pada 4–5 Mei 2026. Audit yang berlangsung di lingkungan kampus UNISDA tersebut melibatkan seluruh unit strategis, mulai dari biro, lembaga, pusat layanan, hingga fakultas.

Audit dilakukan oleh tim auditor dari MSC Global Indonesia, yakni Prof. Dr. H. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd sebagai Lead Auditor dan M. Rahardian Firmansyah, S.T., M.A.B sebagai Auditor. Kegiatan ini bertujuan menilai kesesuaian implementasi sistem manajemen mutu dengan standar internasional sekaligus mengevaluasi efektivitas tata kelola institusi pendidikan tinggi.

Selama proses audit, auditor melakukan pemeriksaan dokumen, observasi lapangan, hingga wawancara dengan pimpinan unit dan pengelola layanan akademik maupun administrasi. Unit yang diaudit meliputi Badan Penjaminan Mutu (BPM), LPPM, BAAKSI, BAUK, BAUSP, Perpustakaan, PPKW, LPPAI, Pusat Bahasa, Pusat Computer, serta seluruh fakultas di lingkungan UNISDA Lamongan.

Dalam closing meeting, auditor menyampaikan sejumlah catatan perbaikan yang perlu menjadi perhatian universitas. Beberapa di antaranya berkaitan dengan penguatan implementasi sistem penjaminan mutu di tingkat fakultas dan program studi, sinkronisasi kurikulum dengan RPS, optimalisasi Audit Mutu Internal (AMI), hingga penguatan implementasi Renstra agar lebih terukur dan berkelanjutan.

Auditor juga menyoroti pentingnya standardisasi RPS pada mata kuliah yang diampu lebih dari satu dosen, penguatan monitoring perkuliahan, peningkatan dokumentasi akademik, serta pengembangan sistem evaluasi berbasis digital yang terintegrasi. Pada aspek sarana dan prasarana, auditor merekomendasikan pelaksanaan stock opname secara berkala, pemenuhan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), hingga simulasi tanggap darurat bekerja sama dengan pemadam kebakaran.

Ketua Badan Penjaminan Mutu UNISDA Lamongan, Dr. Rifky Ardhana Kisno Saputra, S.Si., S.Kom., S.E., M.M., M.Pd., mengatakan hasil audit tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat budaya mutu di lingkungan kampus.

“Masukan dari auditor menjadi catatan penting bagi kami untuk melakukan penyempurnaan sistem secara menyeluruh. BPM bersama seluruh unit akan menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan agar implementasi mutu tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berjalan dalam praktik layanan pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNISDA Lamongan, Muhammad Hafidh Nashrullah, S.E., M.M, menegaskan bahwa audit ISO bukan sekadar agenda formal sertifikasi, melainkan bagian dari komitmen universitas dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, UNISDA Lamongan terus berupaya memperkuat daya saing institusi melalui pengembangan budaya mutu, digitalisasi layanan, serta peningkatan kualitas tata kelola di seluruh unit kerja.

Melalui Audit ISO Stage 2 ini, UNISDA Lamongan berharap dapat meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas layanan pendidikan tinggi yang diberikan.

Leave a Comment